Bumi itu bulat bung! dan bola itu bundar
!”celoteh seorang kawan yang baru saja menang taruhan main. Taruhan ini bukan
main gaple, remi, sekak maupun kejuaraan karambol tingkat rt, tetapi taruhan
tebak-tebakan kesebelasan mana yang menang. Bursa taruhan selalu berpihak pada
tim bertabur bintang “ganteng” yang selalu menjadi faforit. Tetapi hasil
pertandingan belum tentu begitu. Kanapa ? Lagi-lagi “Karena bola itu bundar
bung !,”segala kemungkinan masih bisa terjadi.
Mengejutkan ! Atletico Madrid yang sebelumnya
sama sekali tidak difaforitkan nyelonong tanpa permisi masuk final Liga Kampiun
Eropa. Marah, putih, biru taplak meja melekat di jersey kandang mereka seolah
berubah menjadi hitam legam bak kuda hitam yang sedang tiwikrama. Seperti mengulang final tahun lalu yang mengangkat
Borussia Dortmund sebagai kuda hitam sesungguhnya, laga final ibaratnya
mempertemukan antara David dengan Goliath.
“Bumi itu bulat bung! dan bola itu bundar !”
Saya masih ingat sekali dengan kata-kata itu.
Saat semasa sekolah dulu saya tidak lah suci amat, saya sama teman-teman masih
suka ber-judi. Tak tanggung-tanggung nasib kami jadi taruhannya. Kami sering
taruhan kethakan atau jitak kepala
kalau tim kesebelasan yang dijagokannya kalah.
