Saturday, 14 September 2013

PENGARUH FILSAFAT YUNANI DAN BARAT BAGI KEMUNDURAN PEMIKIRAN ISLAM [bag. 1]

Oleh : Dr. Andang Widi Harta


Makhluk hidup di alam empirik dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
-          Makhluk hidup yang hanya menampakkan fenomena kehidupan biologis (tumbuhan)
-          Makhluk hidup yang menampakkan kehidupan biologis dan kemampuan gerak terkoordinasi serta insting (binatang)
-          Makhluk hidup yang menunjukkan kehidupan biologi, kemampuan gerak terkoordinasi, insting serta akal (manusia)

Adanya akal pada manusia ditandai dengan :
-          Kemampuan untuk membangun ilmu pengetahuan dan inovasi.
-          Kemampuan untuk membangun kesadaran akan nilai

Tanpa adanya kedua hal ini, manusia tidak berbeda dengan binatang. Dengan akalnya manusia mampu berfikir. Berfikir dalam membangun pemahaman atas realitas yang diindera dialami oleh manusia. Hasil pemikiran ini adalah pemahaman yang komperhensif terhadap semua realitas tersebut, yang sering dikatakan sebagai ilmu pengetahuan dalam arti yang universal.

Selanjutnya ilmu pengetahuan ini menjadi dasar pertimbangan manusia dalam melakukan berbagai perbuatan  mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks.(yang melibatkan perancangan, perekayasaan dan perencanaan detail).

Manusia menjadi mulia atau hina, terkemuka (maju) atau terbelakang (mundur) tergantung dari hasil pemikirannya. Kondisi yang membuat manusia menjadi terkemuka dan muia disebut kondisi kebangkitan, sedangkan kondisi yang membuat manusia menjadi hina atau terbelakang disebut kondisi kemunduran.

Kebangkitan hakiki diartikan sebagai kemampuan umat untuk memahami kehidupannya serta persoalan-persoalan yang meuncul dari kehidupan tersebut dan kemudian dapat menyusun konsep yang lengkap (komperhensif) untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut secara mandiri (sesuai dengan kemauan umat tersebut) tanpa didikte oleh umat lain.

Dengan demikian, ciri umat yang telah mengalami kebangkitan adalah :
-          Dapat memahami akar permasalahan yang muncul dari setiap permasalahan kehidupan yang dihadapi umat tersebut.
-          Dapat membangun konsep (pandangan hidup) lengkap dengan menjelaskan visi dan misi umat tersebut serta penyelesaian semua persoalan hidup yang dihadapi dalam rangka mencapai visi dan misi umat tersebut.
-          Dapat mengatur semua aspek kehidupan secara mandiri sesuai dengan konsep yang terdapat pada pandangan hidup umat tersebut.
-          Berpotensi untuk menjadi pemuka peradaban dan mengatur dunia dengan pandangan hidup umat tersebut.
-          Mampu menjadi pengarah sejarah peradaban dunia sesuai dengan pendangan hidup yang dimiliki.

Dengan demikian, umat yang telah bangkit selanjutnya akan menjadi pemuka peradaban, sedangkan umat yang tidak bengkit hanya akan menjadi pengekor peradaban atau menjadi korban kerusakan peradaban.

No comments:

Post a Comment