Oleh : Dr. Andang Widi Harta
Makhluk hidup di alam empirik dibedakan
menjadi tiga macam, yaitu :
-
Makhluk hidup yang hanya menampakkan fenomena
kehidupan biologis (tumbuhan)
-
Makhluk hidup yang menampakkan kehidupan
biologis dan kemampuan gerak terkoordinasi serta insting (binatang)
-
Makhluk hidup yang menunjukkan kehidupan
biologi, kemampuan gerak terkoordinasi, insting serta akal (manusia)
Adanya akal pada manusia ditandai dengan :
-
Kemampuan untuk membangun ilmu pengetahuan dan
inovasi.
-
Kemampuan untuk membangun kesadaran akan nilai
Tanpa adanya kedua hal ini, manusia tidak
berbeda dengan binatang. Dengan akalnya manusia mampu berfikir. Berfikir dalam
membangun pemahaman atas realitas yang diindera dialami oleh manusia. Hasil
pemikiran ini adalah pemahaman yang komperhensif terhadap semua realitas
tersebut, yang sering dikatakan sebagai ilmu pengetahuan dalam arti yang
universal.
Selanjutnya ilmu pengetahuan ini menjadi
dasar pertimbangan manusia dalam melakukan berbagai perbuatan mulai dari yang paling sederhana hingga yang
paling kompleks.(yang melibatkan perancangan, perekayasaan dan perencanaan detail).
Manusia menjadi mulia atau hina, terkemuka
(maju) atau terbelakang (mundur) tergantung dari hasil pemikirannya. Kondisi
yang membuat manusia menjadi terkemuka dan muia disebut kondisi kebangkitan, sedangkan
kondisi yang membuat manusia menjadi hina atau terbelakang disebut kondisi
kemunduran.
Kebangkitan hakiki diartikan sebagai
kemampuan umat untuk memahami kehidupannya serta persoalan-persoalan yang
meuncul dari kehidupan tersebut dan kemudian dapat menyusun konsep yang lengkap
(komperhensif) untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut secara mandiri
(sesuai dengan kemauan umat tersebut) tanpa didikte oleh umat lain.
Dengan demikian, ciri umat yang telah
mengalami kebangkitan adalah :
-
Dapat memahami akar permasalahan yang muncul
dari setiap permasalahan kehidupan yang dihadapi umat tersebut.
-
Dapat membangun konsep (pandangan hidup) lengkap
dengan menjelaskan visi dan misi umat tersebut serta penyelesaian semua
persoalan hidup yang dihadapi dalam rangka mencapai visi dan misi umat
tersebut.
-
Dapat mengatur semua aspek kehidupan secara
mandiri sesuai dengan konsep yang terdapat pada pandangan hidup umat tersebut.
-
Berpotensi untuk menjadi pemuka peradaban dan
mengatur dunia dengan pandangan hidup umat tersebut.
-
Mampu menjadi pengarah sejarah peradaban dunia
sesuai dengan pendangan hidup yang dimiliki.
Dengan demikian, umat yang telah bangkit
selanjutnya akan menjadi pemuka peradaban, sedangkan umat yang tidak bengkit
hanya akan menjadi pengekor peradaban atau menjadi korban kerusakan peradaban.
No comments:
Post a Comment