Saturday, 15 December 2012

LELAKI BERHATI NAGA




             Saat aku membaca kisah salahuddin al ayyubi. Shalahuddin al-ayyubi dalam do’anya ”Sejak kecil saya dididik dengan ilmu agama. Ayah saya mengajari saya untuk menghafal serta memahami al-qur’an. Kemudian ayah saudara saya mengajarkan ilmu peperangan sehingga saya mahir menggunakan senjata dan menunggang kuda. Saya ingin menjadi pahlawan Islam. Semoga saya bisa mewujudkan cita-cita ini.”
Dari itu kita tahu bagai mana kemudian sejarah bercerita, memceritakan bagaimana perjuangan seorang pemimpin yang shaleh membebaskan daerah-daerah sekitar yarusalem dari cengkraman tentara salib. melalui perang hittin, membebaskan yarusalem dari tangan raja Balian, serta mempertahankan yarusalem dari gempuran tentara koalisi eropa richard,
              Dari do’a tersebut saya menjadi ingat bahwa ”Sejak kecil saya selalu dididik ayah saya untuk tidak meninggalkan sholat dam puasa(Ibadah). Dan sejak kecil pula ayah selalu memberi contoh dalam istiqomah dalam ibadah. Dan sejak kecil pula ayah menceritakan perjalanan hidupnya yang penuh liku berjuang menyambung hidup. Dan Sekarang saya dengan mudah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka saya Berdo’a, berikanlah hambamu ini Hati yang kuat dan tegar seperti Naga dan mantapkanlah tekad hambamu ini yang terobsesi tuk taklukkan Roma. Dan mendapat gelar al-’Ajiiib the dragon heart.

Saturday, 1 December 2012

Bukan Status Baru, Tapi “Setatus” Baru,


Bukan Status Baru, Tapi “Setatus” Baru,


Apa bedanya? Apa beda status dengan “setatus”? Bagi orang awam mungkin sama saja, tetapi tidak bagi kang Pram. Setatus berbeda dengan status, sebagai bukti adalah tulisannya mengenai “Setatus” barunya.
Aku tergerak untuk mengomentari “setatus” barunya karena dalam “setatus” barunya dia menyebut nama Meko Naga. Seolah Meko adalah dewa baginya atau apalah. Padahal Dia bukanlah Dewa melainkan hanyalah Naga. Maka disebutlah dia sebagai Meko Naga.
“Urip iku mung mampir ngombe”.
Urip iku mung sedhilut”,
Hidup itu cuma sebentar seperti orang yang mampir minum. Kalau hidup cuma sebentar pasti ada yang lama. Berbicara sebentar dan lama, apa itu? “Waktu”. Ya waktu, modal hidup hanyalah waktu. Karena waktu akan terus berjalan kedepan, dan tak akan pernah mundur. Dari perjalanan hidup itu manusia lahir, tumbuh dan berkembang dari anak-anak hingga dewasa. Dan sampai ajal itu tiba. Sampai raga kembali berkalang gambut. Dari ayunan sampai liang lahat manusia mengalami berbagai macam posisi dan kodisi dalam kehidupan, terkadang diatas dan kadang pula terpuruk. Dan itulah yang dinamakan “setatus”.
Aku pernah menikmati dengan “setatus” ku yang masih mahasiswa. Sama seperti “setatusku sebagai pelajar “yang tidak akan pernah dianggap sebagai penganggur walaupun tidak ngapa-ngapain”. Aku sendiri tidak pernah dianggap sebagai seorang yang ber”setatus” wirausahawan sekalipun aku sudah merintis usaha saat aku masih menjadi mahasiswa. Bukan begitu Kopral Bambang. Aneh bukan….!
Kalau William Sheakspeare mengatakan di novel “Romeo & Juliet” “apa arti sebuah nama?” maka seperti yang dikatakan kang Pram, “apa artinya sebuah “setatus”?. Yang menjadi masalah sekarang, “setatus” mu ini mau kau apakan?. Mau dijual dengan harga murah kepada corporate-corporate asing yang kau elu-elukan karena dia mengeruk sumber daya alam mu, padahal mereka sendiri adalah bangsa yang kalau ngising duduk bukannya jongkok dan sehabis itu membersihkan tinjannya malahan peper dilap pakai kertas tissue bukannya cebok pakai air.
Kalau mau dibandingkan sekarang peradaban mana yang lebih tinggi/berkelas, yang ngising jongkok apa duduk? kalau dibandingkan dari sisi kesehatan, lebih sehat yang mana apa yang peper apa yang cebok? Aku beritahu yaa ; Obama, SNSD, AKB48 dan lain sebagainya itu kalau habis ngising malah peper. Dibanding dengan peradaban dirimu lebih tinggi yang mana? Lantas kenapa banyak kamu-kamu semua yang mengidolakan mereka hanya karena pernah makan sate dan nasi goreng. Ataukah jangan-jangan kamu ikut-ikut juga ber”setatus” peepeer
Okeh, sekarang tinggal satu pertanyaan lagi yang dari tadi belum terjawab. Mengapa kang Pram memilih “setatus” bukannya status. Tentu kang Pram jauh lebih mengetahuinya….

Thursday, 1 November 2012

KEPEDULIAN DALAM MEMBANGUN PERTANIAN



Keberhasilan revolusi industri di barat khususnya negara-negara Eropa dan Amerika berdampak pada beralihnya perhatian dunia khususnya negara di dunia ketiga dari sektor pertanian ke sektor industri. Revolusi indusri di barat menyanjung betul-betul ilmu pengetahuan dan teknologi dalam setiap aktivitas produksi sehingga mampu meningkatkan perekonomian mereka. Dengan manajemen yang lebih efektif dan efisien mampu memproduksi barang dan jasa secara masal. Barang-barang produksi tersebut bahkan mampu merambah pasar internasional dan masuk ke negara dunia ketiga sebagai konsumennya.
Negara di dunia ketiga atau negara berkembang kemudian berupaya untuk mencoba meniru keberhasilan tersebut. Negara berkembang kawasan benua Asia dan Afrika yang umumnya merupakan negara agraris dengan “latah” meniru dan melupakan kesejatian dirinya. Fakta yang paling fatal dari “latah” tersebut adalah tidak ada perencanaan dari pemerintah untuk melakukan regenerasi di sektor pertanian yakni regenerasi orang bermatapencaharian petani.
Buktinya jenjang pendidikan formal bahkan lulusan paling tinggi (S3) yang ada tidak ada yang meluluskan menjadi seorang petani. Menilik juga pendidikan kejuruan misal di SMK sekalipun, apakah ada kejuruan pertanian atau minimal ada yang mengarahkan menjadi petani. Yang terjadi kemudian ya tentu saja banyak penganggur sekalipun berlulusan sarjana, karena salah dalam menentukan kebijakan. Karena kita mencetak pekerja industri di tengah-tengah hamparan sawah yang membentang dan cakrawala vegetasi hutan yang menghijau.
Negeri kita sebenarnya adalah lumbung padi dunia. Bahkan tidak hanya padi, aneka palawija dan hortikultura cocok tumbuh di tanah yang pernah 3,5 abad diperebutkan penjajah barat. Bahkan tidak hanya lumbung, penulis boleh bermimpi negeri kita bisa untuk jadi “huller” dunia kalau kita mau.
Dari rasa optimisme itu, Pemberdayaan Pertanian Sehat dalam Klaster Mandiri Dompet Dhuafa melalui jejaringnya Pertanian Sehat Indonesia adalah wujud kepedulian untuk membenahi sektor pertanian minimal di wilayah yang menjadi dampingannya. Minimal kepedulian tersebut mampu meregenerasi pemuda untuk menjadi petani sebagai mata pencaharian yang menjanjikan sebagai keluaran dari pemberdayaan.
[MEKO,Pendamping KM Kulon Progo]

Monday, 4 June 2012

KARENA CINTA ADALAH NAGA


Cinta bukanlah rasa untuk selalu menuruti.
Cinta bukanlah rasa untuk saling memiliki
Cinta bukanlah rasa untuk selalu mengatakan iya.
Tetapi cinta juga rasa untuk mengatakan tidak
Karena cinta menyelamatkan mu dari api neraka.
                          
Bait-bait syair diatas sengaja aku buat dan aku dengungkan dalam hati ketika aku membutuhkannya. Hal itu sering terjadi tetkala ada kejadian di sekitarku yang merasa tidak aku sukai. Terkadang dengan nada berapi-api dan penuh hentakan disetiap alunan nafas terlantun dengan indah sehingga dengan keindahan lantunan itu menggentarkan para pembuat maksiat yang sungguh sangat meresahkan.
Kebanyakan orang telah menganggap cinta adalah perasaan untuk saling memiliki, menyayangi, mengasihi ataupun tolong menolong. Begitu juga banyak yang menganggap bahwa cinta adalah asmara. Sehingga banyak yang mengartikan bahwa dengan cinta maka dunia menjadi indah, penuh kedamaian, tidak ada persengketaan maupun konflik. Dari situ, pulalah banyak yang mengartikan bahwa bukti cinta adalah dengan menuruti dan tidak menolak sesuatu. Kebanyakan, menganggap bahwa cinta adalah rela mengorbankan waktunya untuk kekasihnya, mengorbankan harta untuk kekasihnya bahkan mengorbankan jiwanya untuk kekasihnya, sehingga tidak asing ditelinga kita –belahan jiwaku-,-belahlah dadaku-  (huek, belahlah kepalamu sekalian), atau kata-kata –walau sampai mati-, -cinta matiku-(padahal ga mau kalau disuruh mati betulan). Seorang yang memiliki cinta harus ditunjukkan dengan menerima apa adanya, menerima permintaan untuk menjadi kakasihnya, menerima untuk memberikan sesuatu kepada kekasih yang dicintai.
Kalau mau dilihat dari fakta-fakta, banyak pemuda yang menyempatkan diri pergi jalan-jalan untuk makan-makan, merogoh kocek dalam-dalam, hingga lupa waktu pulang larut malam, Padahal menyempatkan waktu untuk ibu sendiri tidak mau, entah waktu diuruh mengantar belanja alasannya capek lah, ini lah itulah. Banyak juga yang demi memenuhi kebutuhan cintanya seperti membelikan hadiah pacarnya dia rela mencuri uang orang tuanya entah dari uang pembayaran spp toh nanti kalau ditanya dijawab saja untuk beli buku pelajaran, sekarang kan buku pelajaran selalu diperbarui jadi kalau tidak beli buku yang baru bisa ketinggalan. Apa lagi kalau anak kos jauh dari orang tua, enak sekali untuk bohongnya.
Apakah seperti ini yang kalian sebut cinta? Kalian hanyalah seorang budak pacarmu. Toh nanti kalau kalian sudah bosan dengan pacar kalian, kalian juga akan putus hubungan. Salah satu pasti akan ngomong – sepertinya kita sudah tidak cocok- atau _sepertinya hubungan kita cukup sampai disini-
Kalian bisa lihat bagaimana pangeran cinta dari Kerajaan Cinta, penguasa Republik Cinta yang di penuhi dengan Laskar-Laskar cinta, akhirnya juga bercerai dengan istrinya. Aku bukan ngomentari peceraiannya bung, tapi ketika alasan dia memerintahkan Istrinya untuk berhenti dari pekerjaan dan mengurusi anak-anak malahan dianya sendiri memelihara selir-selir yang dipekerjakan didalam kerajaannya. Sungguh sangat kontradiktif dengan ucapannya sendiri bahwa dia mengatakan syariat Islam mewajibkan istri mematuhi perintah suami, tetapi dia sendiri malah mempekerjakan perempuan-perempuan dengan cara yang tidak halal dengan menggumbar perkakas-perkakas privat yang mengkatalisasi para pria mengeluarkan hawa NAGAnya.
Kalian juga bisa lihat kisah super hero yang lain lagi. Bahkan kalian bisa langsung mendownload nya dari infotainment maupun berita criminal harian lainnya. Hahaha. Bagaimana kehebatan seorang Sahabat Tingkerbell mampu menghamili Sally tanpa diawali ikatan pernikahan, hebat bukan. Dan ini terjadi bukan ada di dunia sulap dan dunia sihir. Hahaha.
Sungguh kalau mau dikata, CINTA yang seperti ini hanyalah tahi asu. Hahaha, ya benar tahi asu. Tahi adalah kotoran dan Asu adalah anjing keduanya sama-sama najis dan haram. Sesuatu yang kalian anggap itu indah ternyata hanyalah sesuatu yang bau dan kotor. Dan perbuatan yang kalian ikuti atas nama cinta tidak lain hanyalah mengikuti hawa nafsu kalian saja.
Maaf bukan maksud aku untuk memaki, tapi ini muncul dari NAGA ku yang paling dalam. Bolehlah kalian anggap omongan kami ini sampah. Tetapi ini adalah luapan NAGA ku ketika  berbagai kerusakan akibat ulah kalian itu juga akan berdampak diri kami. PAHAM…!
Dunia ini milik Allah SWT. Kepada-Nya lah kami mengabdikan diri. Segala perintahnya harus kami turuti dan segala larangannya harus kami jauhi. Dia lah Tuan Kami. Dan Dialah yang telah mengatur kehidupan kami. Begitu juga dengan kalian. Dialah yang menciptakan kalian, mengatur rizki kalian, member kalian indera yang sempurna. Sudah selayaknya kalian mengabdi kepada-Nya. Karena kalian juga hidup dan tinggal di dunia-Nya. Tetapi kalau kalian masih tidak tunduk kepada-Nya, kenapa kalian masih ada di dunia ini dan tidak mencari lain dunia.
                         
Wahai kalian para ahli maksiat. Kami akan terus memberi peringatan kepada kalian. Karena kami menCintai kalian.
Sungguh kami tidak ingin menikmati keindahan surga dengan sendirian dan membiarkan kalian berada di dalam neraka.
Kami akan terus menteror pikiran kalian hingga kalian menjadi bagian dari kami atau kalian lebih memilih menikmati kolam-kolam neraka.
Sungguh terror kami bukanlah apa-apa dibandingkan terror malakat Izroil yang merongrong nyawa kalian walau kalian bersembunyi di lemari baja.


Perjuangan kami tidak akan henti
hingga kami di bebas tugaskan oleh Tuan kami.
Perjuangan kami akan terus membara
dengan semangat yang menyala.
Membara seperti api.
Menyala seperti Cahaya

Perlawanan kami terhadap kemunkaran
tidak akan pernah padam.
Kami malawan dengan penuh keberanian
Dan ini bukti Cinta kami kepada kalian.

Sungguh hati kami telah dipenuhi rasa benci
Dan hati yang dipenuhi dengan cinta
Benci kemunkaran yang membuat kami berani
Dan cinta membuat hati kami sekeras baja

Cinta membuat hati kami sepanas bara
Cinta membuat hati kami selembut nafas
Cinta membuat hati kami berwarna merah
Cinta membuat hati kami sekuat Naga.

Naga yang berwarna merah
Naga yang menyala-nyala
Naga yang dipenuhi rasa cinta
Karena Cinta adalah Naga.

Segala perjuangan yang memperjuangkan nilai-nilai luhur pasti membutuhkan keberanian, tekad dan keteguhan hati, sehingga ketika mendapat hambatan maupun tantangan yang menerpa dari segala penjuru maka perjuangan akan tetap kokoh dan tidak goyah.
Jadi, Mengapa melawan dengan cinta?


Sleman, Saturday, 02 January 2010, 00:16:57

The Dragon Heart