Cinta bukanlah rasa untuk selalu menuruti.
Cinta bukanlah rasa untuk saling memiliki
Cinta bukanlah rasa untuk selalu mengatakan iya.
Tetapi cinta juga rasa untuk mengatakan tidak
Karena cinta menyelamatkan mu dari api neraka.
Bait-bait syair
diatas sengaja aku buat dan aku dengungkan dalam hati ketika aku
membutuhkannya. Hal itu sering terjadi tetkala ada kejadian di sekitarku yang
merasa tidak aku sukai. Terkadang dengan nada berapi-api dan penuh hentakan
disetiap alunan nafas terlantun dengan indah sehingga dengan keindahan lantunan
itu menggentarkan para pembuat maksiat yang sungguh sangat meresahkan.
Kebanyakan orang
telah menganggap cinta adalah perasaan untuk saling memiliki, menyayangi,
mengasihi ataupun tolong menolong. Begitu juga banyak yang menganggap bahwa
cinta adalah asmara. Sehingga banyak yang mengartikan bahwa dengan cinta maka
dunia menjadi indah, penuh kedamaian, tidak ada persengketaan maupun konflik.
Dari situ, pulalah banyak yang mengartikan bahwa bukti cinta adalah dengan
menuruti dan tidak menolak sesuatu. Kebanyakan, menganggap bahwa cinta adalah
rela mengorbankan waktunya untuk kekasihnya, mengorbankan harta untuk
kekasihnya bahkan mengorbankan jiwanya untuk kekasihnya, sehingga tidak asing
ditelinga kita –belahan jiwaku-,-belahlah dadaku- (huek, belahlah kepalamu sekalian), atau
kata-kata –walau sampai mati-, -cinta matiku-(padahal ga mau kalau disuruh mati
betulan). Seorang yang memiliki cinta harus ditunjukkan dengan menerima apa
adanya, menerima permintaan untuk menjadi kakasihnya, menerima untuk memberikan
sesuatu kepada kekasih yang dicintai.
Kalau mau dilihat
dari fakta-fakta, banyak pemuda yang menyempatkan diri pergi jalan-jalan untuk
makan-makan, merogoh kocek dalam-dalam, hingga lupa waktu pulang larut malam,
Padahal menyempatkan waktu untuk ibu sendiri tidak mau, entah waktu diuruh
mengantar belanja alasannya capek lah, ini lah itulah. Banyak juga yang demi
memenuhi kebutuhan cintanya seperti membelikan hadiah pacarnya dia rela mencuri
uang orang tuanya entah dari uang pembayaran spp toh nanti kalau ditanya
dijawab saja untuk beli buku pelajaran, sekarang kan buku pelajaran selalu
diperbarui jadi kalau tidak beli buku yang baru bisa ketinggalan. Apa lagi
kalau anak kos jauh dari orang tua, enak sekali untuk bohongnya.
Apakah seperti ini
yang kalian sebut cinta? Kalian hanyalah seorang budak pacarmu. Toh nanti kalau
kalian sudah bosan dengan pacar kalian, kalian juga akan putus hubungan. Salah
satu pasti akan ngomong – sepertinya kita sudah tidak cocok- atau _sepertinya
hubungan kita cukup sampai disini-
Kalian bisa lihat
bagaimana pangeran cinta dari Kerajaan Cinta, penguasa Republik Cinta yang di
penuhi dengan Laskar-Laskar cinta, akhirnya juga bercerai dengan istrinya. Aku
bukan ngomentari peceraiannya bung, tapi ketika alasan dia memerintahkan
Istrinya untuk berhenti dari pekerjaan dan mengurusi anak-anak malahan dianya
sendiri memelihara selir-selir yang dipekerjakan didalam kerajaannya. Sungguh
sangat kontradiktif dengan ucapannya sendiri bahwa dia mengatakan syariat Islam
mewajibkan istri mematuhi perintah suami, tetapi dia sendiri malah
mempekerjakan perempuan-perempuan dengan cara yang tidak halal dengan
menggumbar perkakas-perkakas privat yang mengkatalisasi para pria mengeluarkan
hawa NAGAnya.
Kalian juga bisa
lihat kisah super hero yang lain lagi. Bahkan kalian bisa langsung mendownload
nya dari infotainment maupun berita criminal harian lainnya. Hahaha. Bagaimana
kehebatan seorang Sahabat Tingkerbell mampu menghamili Sally tanpa diawali ikatan
pernikahan, hebat bukan. Dan ini terjadi bukan ada di dunia sulap dan dunia
sihir. Hahaha.
Sungguh kalau mau
dikata, CINTA yang seperti ini hanyalah tahi asu. Hahaha, ya benar tahi asu.
Tahi adalah kotoran dan Asu adalah anjing keduanya sama-sama najis dan haram.
Sesuatu yang kalian anggap itu indah ternyata hanyalah sesuatu yang bau dan
kotor. Dan perbuatan yang kalian ikuti atas nama cinta tidak lain hanyalah
mengikuti hawa nafsu kalian saja.
Maaf bukan maksud aku
untuk memaki, tapi ini muncul dari NAGA ku yang paling dalam. Bolehlah kalian
anggap omongan kami ini sampah. Tetapi ini adalah luapan NAGA ku ketika berbagai kerusakan akibat ulah kalian itu
juga akan berdampak diri kami. PAHAM…!
Dunia ini milik Allah
SWT. Kepada-Nya lah kami mengabdikan diri. Segala perintahnya harus kami turuti
dan segala larangannya harus kami jauhi. Dia lah Tuan Kami. Dan Dialah yang
telah mengatur kehidupan kami. Begitu juga dengan kalian. Dialah yang
menciptakan kalian, mengatur rizki kalian, member kalian indera yang sempurna.
Sudah selayaknya kalian mengabdi kepada-Nya. Karena kalian juga hidup dan
tinggal di dunia-Nya. Tetapi kalau kalian masih tidak tunduk kepada-Nya, kenapa
kalian masih ada di dunia ini dan tidak mencari lain dunia.
Wahai kalian para ahli maksiat. Kami akan terus
memberi peringatan kepada kalian. Karena kami menCintai kalian.
Sungguh kami tidak ingin menikmati keindahan surga
dengan sendirian dan membiarkan kalian berada di dalam neraka.
Kami akan terus menteror pikiran kalian hingga
kalian menjadi bagian dari kami atau kalian lebih memilih menikmati kolam-kolam
neraka.
Sungguh terror kami bukanlah apa-apa dibandingkan
terror malakat Izroil yang merongrong nyawa kalian walau kalian bersembunyi di
lemari baja.
Perjuangan kami tidak akan henti
hingga kami di bebas tugaskan oleh Tuan kami.
Perjuangan kami akan terus
membara
dengan semangat yang menyala.
Membara seperti api.
Menyala seperti Cahaya
Perlawanan kami terhadap kemunkaran
tidak akan pernah padam.
Kami malawan dengan penuh keberanian
Dan ini bukti Cinta kami kepada kalian.
Sungguh hati kami telah dipenuhi rasa benci
Dan hati yang dipenuhi dengan cinta
Benci kemunkaran yang membuat kami berani
Dan cinta membuat hati kami sekeras baja
Cinta membuat hati kami sepanas bara
Cinta membuat hati kami selembut nafas
Cinta membuat hati kami berwarna merah
Cinta membuat hati kami sekuat Naga.
Naga yang berwarna merah
Naga yang menyala-nyala
Naga yang dipenuhi rasa cinta
Karena Cinta adalah Naga.
Segala perjuangan
yang memperjuangkan nilai-nilai luhur pasti membutuhkan keberanian, tekad dan
keteguhan hati, sehingga ketika mendapat hambatan maupun tantangan yang menerpa
dari segala penjuru maka perjuangan akan tetap kokoh dan tidak goyah.
Jadi, Mengapa melawan
dengan cinta?
Sleman, Saturday, 02 January 2010, 00:16:57
The Dragon Heart