Saat aku membaca kisah salahuddin al ayyubi.
Shalahuddin al-ayyubi dalam do’anya ”Sejak kecil saya dididik dengan ilmu
agama. Ayah saya mengajari saya untuk menghafal serta memahami al-qur’an.
Kemudian ayah saudara saya mengajarkan ilmu peperangan sehingga saya mahir
menggunakan senjata dan menunggang kuda. Saya ingin menjadi pahlawan Islam.
Semoga saya bisa mewujudkan cita-cita ini.”
Dari itu kita tahu bagai mana kemudian sejarah
bercerita, memceritakan bagaimana perjuangan seorang pemimpin yang shaleh
membebaskan daerah-daerah sekitar yarusalem dari cengkraman tentara salib. melalui
perang hittin, membebaskan yarusalem dari tangan raja Balian, serta
mempertahankan yarusalem dari gempuran tentara koalisi eropa richard,
Dari do’a tersebut saya menjadi ingat bahwa ”Sejak
kecil saya selalu dididik ayah saya untuk tidak meninggalkan sholat dam
puasa(Ibadah). Dan sejak kecil pula ayah selalu memberi contoh dalam istiqomah
dalam ibadah. Dan sejak kecil pula ayah menceritakan perjalanan hidupnya yang
penuh liku berjuang menyambung hidup. Dan Sekarang saya dengan mudah menguasai
ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka saya Berdo’a, berikanlah hambamu ini Hati
yang kuat dan tegar seperti Naga dan mantapkanlah tekad hambamu ini yang
terobsesi tuk taklukkan Roma. Dan mendapat gelar al-’Ajiiib the dragon heart.”


No comments:
Post a Comment