Bukan
Status Baru, Tapi “Setatus” Baru,
Apa bedanya? Apa beda status dengan “setatus”? Bagi orang awam mungkin sama saja, tetapi tidak bagi kang Pram. Setatus berbeda dengan status, sebagai bukti adalah tulisannya mengenai “Setatus” barunya.
Aku tergerak untuk
mengomentari “setatus” barunya karena dalam “setatus” barunya dia menyebut nama
Meko Naga. Seolah Meko adalah dewa baginya atau apalah. Padahal Dia bukanlah
Dewa melainkan hanyalah Naga. Maka disebutlah dia sebagai Meko Naga.
“Urip iku mung mampir ngombe”.
“Urip iku mung sedhilut”,
Hidup itu cuma
sebentar seperti orang yang mampir minum. Kalau hidup cuma sebentar pasti ada
yang lama. Berbicara sebentar dan lama, apa itu? “Waktu”. Ya waktu, modal hidup
hanyalah waktu. Karena waktu akan terus berjalan kedepan, dan tak akan pernah
mundur. Dari perjalanan hidup itu manusia lahir, tumbuh dan berkembang dari
anak-anak hingga dewasa. Dan sampai ajal itu tiba. Sampai raga kembali
berkalang gambut. Dari ayunan sampai
liang lahat manusia mengalami berbagai macam posisi dan kodisi dalam kehidupan,
terkadang diatas dan kadang pula terpuruk. Dan itulah yang dinamakan “setatus”.
Aku pernah
menikmati dengan “setatus” ku yang masih mahasiswa. Sama seperti “setatusku
sebagai pelajar “yang tidak akan pernah dianggap sebagai penganggur walaupun
tidak ngapa-ngapain”. Aku sendiri tidak pernah dianggap sebagai seorang yang
ber”setatus” wirausahawan sekalipun aku sudah merintis usaha saat aku masih
menjadi mahasiswa. Bukan begitu Kopral Bambang. Aneh bukan….!
Kalau William
Sheakspeare mengatakan di novel “Romeo & Juliet” “apa arti sebuah nama?”
maka seperti yang dikatakan kang Pram, “apa artinya sebuah “setatus”?. Yang
menjadi masalah sekarang, “setatus” mu ini mau kau apakan?. Mau dijual dengan
harga murah kepada corporate-corporate
asing yang kau elu-elukan karena dia mengeruk sumber daya alam mu, padahal
mereka sendiri adalah bangsa yang kalau ngising
duduk bukannya jongkok dan sehabis itu membersihkan tinjannya malahan peper dilap pakai kertas tissue bukannya cebok pakai air.
Kalau mau
dibandingkan sekarang peradaban mana yang lebih tinggi/berkelas, yang ngising jongkok apa duduk? kalau
dibandingkan dari sisi kesehatan, lebih sehat yang mana apa yang peper apa yang cebok? Aku beritahu yaa ;
Obama, SNSD, AKB48 dan lain sebagainya itu kalau habis ngising malah peper. Dibanding
dengan peradaban dirimu lebih tinggi yang mana? Lantas kenapa banyak kamu-kamu
semua yang mengidolakan mereka hanya karena pernah makan sate dan nasi goreng. Ataukah
jangan-jangan kamu ikut-ikut juga ber”setatus” peepeer…
Okeh, sekarang
tinggal satu pertanyaan lagi yang dari tadi belum terjawab. Mengapa kang Pram
memilih “setatus” bukannya status. Tentu kang Pram jauh lebih mengetahuinya….

No comments:
Post a Comment