Apabila
anda mendengar kata “pekerja”, maka apa yang ada dalam benak anda? Apakah
karyawan, kuli, ataukah buruh? Kesemuanya menjelaskan sebuah profesi yang
sangat terikat ruang dan waktu, juga menguras pikiran dan tenaga dengan hasil
atau upah yang pas-pasan. Kalau yang ditanyakan kemudian adalah “aktivis”
lantas apa yang kemudian bisa anda
pikirkan? Provokator…..? Sesuatu pekerjaan yang dapat dikatakan sebagai profesi
tetapi juga bisa disebut sebagai bukan profesi karena pekerjaan ini tidak dapat
dinilai dengan materi saja. Membicarakan dua kata diatas sepertinya sederhana.
Tetapi ketika mempertanyaan konotasi dari dua kata tersebut apa jawabannya?
Positifkah atau malah negatif? Membicarakan positif maupun negatif memang kita
tidak dapat menilainya dengan sederhana. Mari kita mencoba simulasi dengan
mengambil contoh.
“Tahun
2011 hinggga 2013 Dompet Dhuafa Republika yang merupakan sebuah lembaga
penyalur zakat, infak dan shadaqah(ZIS) mengembangkan sayap jaringan ekonomi
dengan Program Klaster Mandiri yang melibatkan 3 jejaringnya, yakni Pertanian
Sehat Indonesia(PSI), Kampung Ternak Nusantara(KTN) dan Karya Masyarakat
Mandiri(KMM). Klaster Mandiri merupakan program peningkatan pendapatan
masyarakat melalui pemberdayaan usaha masyarakat dalam bentuk pengembangan
kelembagaan lokal. Kelembagaan yang dibina diwujudkan berbentuk koperasi dengan
menerapkan mekanisme usaha yang halal sehingga dapat disebut koperasi syari’ah.
Dengan adanya lembaga binaan tersebut diharapkan sistem usaha yang halal dapat
terus berlanjut walaupun program Klaster Mandiri sudah berakhir. Sehingga
tujuan dari program tersebut dapat masyarakat rasakan ketika mereka dapat
menggerakkan usaha dalam kelembagaan lokal tersebut secara mandiri. Diperlukan
adanya dukungan dari pihak yang berkepentingan dari para perangkat desa sampai
tingkat pemerintah daerah agar kelembagaan lokal binaan dapat terpelihara.”
Dari
paparan diatas, bila kita menggunakan pisau analisis kita dapat mengupas lebih
dalam dan memilahnya menjadi beberapa poin utuk dianalisis.
-
Dompet Dhuafa Republika yang merupakan
sebuah lembaga penyalur zakat, infak dan shadaqah(ZIS) mengembangkan sayap
jaringan ekonomi dengan Program Klaster Mandiri. 1) Untuk menyalurkan ZIS
secara amanah diperlukan pekerja ataukah aktivis? 2) Untuk mengembangkan sayap
jaringan ekonomi dibutuhkan seorang pekerja ataukah aktivis?
-
Kelembagaan yang dibina diwujudkan
berbentuk koperasi dengan menerapkan mekanisme usaha yang tidak bertentangan
dengan agama sehingga dapat disebut koperasi syari’ah. 1) Untuk mewujudkan
sebuah lembaga apakah diperlukan pekerja ataukah seorang aktivis? 2) Terlebih
untuk membina anggota dalam mewujudkan mekanisme usaha yang halal dibutuhkan
seorang pekerja ataukah seorang aktivis?
-
Dengan adanya lembaga binaan tersebut
diharapkan sistem usaha yang halal dapat terus berlanjut walaupun program
Klaster Mandiri sudah berakhir. Untuk memperjuangkan harapan tersebut apakah
dibutuhkan seorang pekerja ataukah aktivis?
-
Sehingga tujuan dari program tersebut
dapat masyarakat rasakan ketika mereka dapat menggerakkan usaha dalam
kelembagaan lokal tersebut secara mandiri. Untuk mengubah masyarakat dari
ketidak berdayaan menjadi masyarakat yang mandiri diperlukan pekerja ataukah
aktivis?
-
Diperlukan adanya dukungan dari pihak
yang berkepentingan dari para perangkat desa sampai tingkat pemerintah daerah
agar kelembagaan lokal binaan dapat terpelihara. Untuk memperjuangkan dukungan
dari berbagai pihak dibutuhkan pekerja ataukah aktivis?
Dari
analisis diatas, apa yang muncul dalam benak anda kemudian mengenai pekerja
ataukah aktivis? Masih negatif kah ataukah positif? Jadi positif ataukah
negatif itu tergantung jenis pekerjaan apa yang dilakukan. Kalau pekerjann yang
dilakukan itu haram yang bertentangan dengan norma dan nilai-nilai agama enta
pekerja ataukah aktivis menyebutnya pasti pekerjaan itu akan bernilai negatif.
Tetapi kalau pekerjaan yang dilakukan itu halal tentunya akan bernilai positif
dan insya Allah akan mendapat pahala di akhirat nantinya.
Sekarang
saya bertanya kepada anda, anda pekerjakah atau aktivis? Hayo pilih mana?

No comments:
Post a Comment