Wednesday, 3 April 2013

Brain Storming "wacana"


Pendahuluan
            Dunia saat ini sedang mengalami globalisasi. Kondisi dimana informasi berlalulalang melintasi berbagai negara hingga benua. Informasi yang disebar melalui berbagai jaringan informasi, yang kemudian memenuhi pikiran manusia dan mambuat  manusia lupa akan jati dirinya karena informasi-informasi tersebit telah menyesaki memori di dalam mereka.
Tanpa ada screening, saat ini informasi tersebit telah menjadi parasit dalam wujud kehidupan hedonism nan gelamour, yang masing-masing berupaya bahu-membahu berikhtiyar untuk memuaskan kebutuhan nafsunya.
Disisi lain kaum muslim saat ini dihujani cacimaki dan tipudaya oleh kaum kafir penjajah namun mereka sama sekali tidak menyadari sehingga umat islam saat ini ibarat raksasa yang tengah tidur. Jumlah mereka besar di dunia namun tidak memiliki kekuatan apa-apa.
Dengan kondisi itulah keberadaan Bidang Kajian dan Wacana Islam bergerak dalam rangka  membekali diri para kadernya beserta kaum muslim dengan akidah islam, sehingga mereka kembali tergerak untuk merubah dirinya sendiri dan insya Allah juga mampu kembali bangkit, karena kebangkitan Islam hadir hanya dari keimanan kaum muslim sendiri.

Idealita
Indonesia selama tiga era pemerintahan yang telah dilaluinya, yaitu era orde lama, orde baru, dan orde reformasi telah berkutat pada keterpurukan di berbagai bidang. Di bidang ekonomi berlaku ekonomi neo liberalistik, di bidang politik yang terjadi oportunistik, di bidang pendidikan sangat materialistik, dan sesungguhnya kesemuanya itu bersumber pada sekularisme yang menjadi landasan seluruh kehidupan ini.
Upaya pengembalian posisi mahasiswa sebagai agent of change harus dilakukan untuk mewujudkan perubahan yang hakiki. Dimana upaya ideologisasi gerakan mahasiswa harus mendapat dukungan dari civitas akademika. Problem ideologis yang terjadi yakni sekularisasi(pemisahan ranah kehidupan dari aturan Islam) harus menjadi sasaran perlawanan gerakan mahasiswa. Perjuangan ranah ideologi ini mengharuskan mahasiswa memahami tentang ideologi yang mampu menandingi bahkan mengenyahkan ideologi sekuler ini. Maka tatkala penyebab keterpurukan ini adalah ideologi kapitalis-sekular dan tentunya juga tidak untuk mengadopsi kembali ideologi komunis-sosialis, maka pilihan satu-satunya adalah ideologi Islam.
Wacana-wacana Islam yang digulirkan adalah dalam rangka membentuk opini umum dimana memberikan pemahaman kepada masyarakat –khususnya masyarakat kampus– tentang peran dan langkah apa yang harus mereka lakukan dalam upaya keluar dari problem sistemik ini. Sehingga aksi maupun event yang dilakukan hendaknya diarahkan sebagai upaya terus menelanjangi kebobrokan sekularisme dan beragam ide turunannya yang diterapan dalam segenap aspek kehidupan, sembari menawarkan solusi ideologis (Islam) terhadap berbagai problem yang dihadapi tersebut.
Realita
Upaya pengembalian posisi mahasiswa sebagai agent of change dilakukan dengan mengadakan kajian-kajian keislaman yang memecahkan problematika kehidupan kekinian. Upaya tersebut terlaksana dengan dihidupkannya kembali tradisi kultum ba’da maghrib dikalangan mahasiswa. Aktivitas tersebut telah menghidupkan kembali sikap “Amar ma’ruf nahi munkar” yang menjadi cirri umat terbaik {lihat QS Ali Imron (3) ; [110]}. Selain dari pada itu, kultum telah mampu menghidupkan tradisi keilmuan terutama ilmu non akademis yang mengupas permasalahan politik, ekonomi hingga agama. Sehingga mahasiswa memiliki nilai tambah tersendiri yaitu keunggulan dalam melakukan analisis masalah serta pemecahan solusinya.
Kepekaan intelektual mahasiswa sebagai agent of change terhadap kondisi kaum muslim saat ini juga terwujud dalam bedah buku Arab-Israel saat  Israel melakukan pemboman bangunan material kota Gaza januari 2009 sebagai wujud kepedulian terhadap sesama kaum muslim yamg ditindas oleh bangsa kafir imperialis Israel Yahudi la’natullah, karena sesama muslim adalah bersaudara, ibarat satu tubuh, apa bila ada salah satu yang sakit maka semuanya merasakan sakit{hadist Rasulullah SAW}. Persekongkolan mereka dalam menipu dunia, memanipulasi Holocaust harus terus diopinikan ibarat bola salju yang menggelinding semula yang tampak kecil lama kelamaan akan membesar dan terus membesar hingga menjadi kekuatan yang tak tertandingi.
Krisis ekonomi yang kembali mengguncang dunia menandakan kekokohan peradaban negara adikuasa Amerika Serikat –Sang penjajah– bukan hal yang mustahil untuk runtuh, hancur dan berubah manjadi negara termiskin di dunia. Rapuhnya system perekonomian ribawi, yang memberhalakan pasar derivative, serta penjajahan fiat money dollar di perdagangan internasional mengharuskan kaum muslimin beserta negeri-negerinya harus segera bangkit dan bersatu mencampakkan kapitalisme dan kembali kepada Islam “Rahmat atas seluruh alam” dan melepaskan diri dari jebakan hutang. Hal ini yang menjadi motivasi kami saat mengadakan Diskusi ekonomi peradaban dengan menjalin kerjasama dengan Keluarga Mahasiswa Islam Kehutanan yang terlaksana di Auditorium Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Tentunya opini masyarakat saat ini belum mencapai hasil yang diharapkan, tetapi halini menjadi motivasi bagi kita para pejuang pergerakan mahasiswa untuk lebih dan lebih giat lagi menyuarakan kebenaran hingga nyawa terpisah dari raga kami.
Rekomendasi
Alhasil kami Bidang Kajian dan Wacana Islam masih mempunyai sejuta kekurangan yang tidak mungkin akan kami tutup-tutupi karena kami yakin semuanya akan dibongkar oleh Allah SWT di hari Kiamat nanti. Untuk melanjutkan perjuangan ini dibutuhkan kemampuan politis global mahasiswa dalam mencetak para penggerak perubahan.
Kami memohon maaf sebesar-besarnya apabila dalam kepengurusan kami masih banyak salah terutama program-program yang tidak berjalan dengan semestinya, terlebih pencatatan administrasi kami yang berantakan dan tidak tersaji dengan jelas. Tentunya hal ini menjadi bahan pelajaran bagi kami serta generasi yang menjadi penerus kami bahwa dalam menjalankan amanah ini juga dibutuhkan seorang pemimpin dan administrator yang ulung dan handal.
Penutup
Seorang muslim Tidak akan terjerumus kedalam lubang yang sama 2 kali{hadist rasulullah SAW}.
Kami sangat berharap bahwa laporan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi kegiatan kepengurusan kedepan. Perjalanan ini masihlah sangat panjang. Terkadang dilalui sungguh sangat menyedihkan, tetapi selalu dihadapi dengan senyuman.
Segala kelebihan datangnya dari Allah SWT dan kekurangan datangnya dari saya sendiri. 

No comments:

Post a Comment