Pendahuluan
Dunia
saat ini sedang mengalami globalisasi. Kondisi dimana informasi berlalulalang
melintasi berbagai negara hingga benua. Informasi yang disebar melalui berbagai
jaringan informasi, yang kemudian memenuhi pikiran manusia dan mambuat manusia lupa akan jati dirinya karena
informasi-informasi tersebit telah menyesaki memori di dalam mereka.
Tanpa ada screening, saat ini informasi tersebit
telah menjadi parasit dalam wujud kehidupan hedonism
nan gelamour, yang masing-masing
berupaya bahu-membahu berikhtiyar
untuk memuaskan kebutuhan nafsunya.
Disisi lain kaum muslim
saat ini dihujani cacimaki dan tipudaya oleh kaum kafir penjajah namun mereka
sama sekali tidak menyadari sehingga umat islam saat ini ibarat raksasa yang
tengah tidur. Jumlah mereka besar di dunia namun tidak memiliki kekuatan
apa-apa.
Dengan kondisi itulah
keberadaan Bidang Kajian dan Wacana Islam bergerak dalam rangka membekali
diri para kadernya beserta kaum muslim dengan akidah islam, sehingga mereka
kembali tergerak untuk merubah dirinya sendiri dan insya Allah juga mampu
kembali bangkit, karena kebangkitan Islam hadir hanya dari keimanan kaum muslim
sendiri.
Idealita
Indonesia selama tiga
era pemerintahan yang telah dilaluinya, yaitu era orde lama, orde baru, dan
orde reformasi telah berkutat pada keterpurukan di berbagai bidang. Di bidang
ekonomi berlaku ekonomi neo liberalistik, di bidang politik yang terjadi
oportunistik, di bidang pendidikan sangat materialistik, dan sesungguhnya
kesemuanya itu bersumber pada sekularisme yang menjadi landasan seluruh
kehidupan ini.
Upaya pengembalian
posisi mahasiswa sebagai agent of change
harus dilakukan untuk mewujudkan perubahan yang hakiki. Dimana upaya
ideologisasi gerakan mahasiswa harus mendapat dukungan dari civitas akademika. Problem
ideologis yang terjadi yakni sekularisasi(pemisahan ranah kehidupan dari aturan
Islam) harus menjadi sasaran perlawanan gerakan mahasiswa. Perjuangan ranah ideologi
ini mengharuskan mahasiswa memahami tentang ideologi yang mampu menandingi
bahkan mengenyahkan ideologi sekuler ini. Maka tatkala penyebab keterpurukan
ini adalah ideologi kapitalis-sekular dan tentunya juga tidak untuk mengadopsi
kembali ideologi komunis-sosialis, maka pilihan satu-satunya adalah ideologi
Islam.
Wacana-wacana Islam
yang digulirkan adalah dalam rangka membentuk opini umum dimana memberikan
pemahaman kepada masyarakat –khususnya masyarakat kampus– tentang peran dan
langkah apa yang harus mereka lakukan dalam upaya keluar dari problem sistemik
ini. Sehingga aksi maupun event yang dilakukan hendaknya diarahkan sebagai
upaya terus menelanjangi kebobrokan sekularisme dan beragam ide turunannya yang
diterapan dalam segenap aspek kehidupan, sembari menawarkan solusi ideologis
(Islam) terhadap berbagai problem yang dihadapi tersebut.
Realita
Upaya pengembalian
posisi mahasiswa sebagai agent of change
dilakukan dengan mengadakan kajian-kajian keislaman yang memecahkan
problematika kehidupan kekinian. Upaya tersebut terlaksana dengan dihidupkannya
kembali tradisi kultum ba’da maghrib dikalangan
mahasiswa. Aktivitas tersebut telah menghidupkan kembali sikap “Amar ma’ruf nahi munkar” yang menjadi
cirri umat terbaik {lihat QS Ali Imron (3) ; [110]}. Selain dari pada itu,
kultum telah mampu menghidupkan tradisi keilmuan terutama ilmu non akademis
yang mengupas permasalahan politik, ekonomi hingga agama. Sehingga mahasiswa
memiliki nilai tambah tersendiri yaitu keunggulan dalam melakukan analisis
masalah serta pemecahan solusinya.
Kepekaan intelektual
mahasiswa sebagai agent of change
terhadap kondisi kaum muslim saat ini juga terwujud dalam bedah buku
Arab-Israel saat Israel melakukan
pemboman bangunan material kota Gaza januari 2009 sebagai wujud kepedulian
terhadap sesama kaum muslim yamg ditindas oleh bangsa kafir imperialis Israel
Yahudi la’natullah, karena sesama muslim adalah bersaudara, ibarat satu tubuh,
apa bila ada salah satu yang sakit maka semuanya merasakan sakit{hadist
Rasulullah SAW}. Persekongkolan mereka dalam menipu dunia, memanipulasi
Holocaust harus terus diopinikan ibarat bola salju yang menggelinding semula
yang tampak kecil lama kelamaan akan membesar dan terus membesar hingga menjadi
kekuatan yang tak tertandingi.
Krisis ekonomi yang
kembali mengguncang dunia menandakan kekokohan peradaban negara adikuasa
Amerika Serikat –Sang penjajah– bukan hal yang mustahil untuk runtuh, hancur
dan berubah manjadi negara termiskin di dunia. Rapuhnya system perekonomian
ribawi, yang memberhalakan pasar derivative, serta penjajahan fiat money dollar di perdagangan internasional
mengharuskan kaum muslimin beserta negeri-negerinya harus segera bangkit dan
bersatu mencampakkan kapitalisme dan kembali kepada Islam “Rahmat atas seluruh
alam” dan melepaskan diri dari jebakan hutang. Hal ini yang menjadi motivasi
kami saat mengadakan Diskusi ekonomi peradaban dengan menjalin kerjasama dengan
Keluarga Mahasiswa Islam Kehutanan yang terlaksana di Auditorium Fakultas
Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Tentunya opini masyarakat saat ini belum
mencapai hasil yang diharapkan, tetapi halini menjadi motivasi bagi kita para
pejuang pergerakan mahasiswa untuk lebih dan lebih giat lagi menyuarakan
kebenaran hingga nyawa terpisah dari raga kami.
Rekomendasi
Alhasil kami Bidang
Kajian dan Wacana Islam masih mempunyai sejuta kekurangan yang tidak mungkin
akan kami tutup-tutupi karena kami yakin semuanya akan dibongkar oleh Allah SWT
di hari Kiamat nanti. Untuk melanjutkan perjuangan ini dibutuhkan kemampuan
politis global mahasiswa dalam mencetak para penggerak perubahan.
Kami memohon maaf
sebesar-besarnya apabila dalam kepengurusan kami masih banyak salah terutama
program-program yang tidak berjalan dengan semestinya, terlebih pencatatan
administrasi kami yang berantakan dan tidak tersaji dengan jelas. Tentunya hal
ini menjadi bahan pelajaran bagi kami serta generasi yang menjadi penerus kami
bahwa dalam menjalankan amanah ini juga dibutuhkan seorang pemimpin dan
administrator yang ulung dan handal.
Penutup
Seorang muslim Tidak
akan terjerumus kedalam lubang yang sama 2 kali{hadist rasulullah SAW}.
Kami sangat berharap
bahwa laporan ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi kegiatan kepengurusan
kedepan. Perjalanan ini masihlah sangat panjang. Terkadang dilalui sungguh
sangat menyedihkan, tetapi selalu dihadapi dengan senyuman.
Segala kelebihan
datangnya dari Allah SWT dan kekurangan datangnya dari saya sendiri.
No comments:
Post a Comment