Sunday, 15 September 2013

PENGARUH FILSAFAT YUNANI DAN BARAT BAGI KEMUNDURAN PEMIKIRAN ISLAM (bag. 2)

Oleh : Dr. Andang Widi Harta 
Secara bahasa, filsafat berasal dari kata phylo (cinta) dan sophia (kebenaran). Filsafat selanjutnya diartikan secara umum sebagai usaha manusia untuk mengetahui kebenaran. Filsafat juga dapat diartikan sebagai sekumpulan pemikiran sistematis dan khas dalam rangka untuk menemukan kebenaran dan membangun ilmu pengetahuan. Pengetahuan tentang kebenaran ini selanjutnya dipakai untuk membangun ilmu pengetahuan lainnya yang selanjutnya akan dipakai sebagai pertimbangan dalam berbagai pebuatan manusia.
Dalam pembahasan filsafat,biasanya dibedakan tiga filsafat dasar, yaitu :
-          Filsafat kebenaran atau sering disebut filsafat ilmu pengetahuan empirik
-          Filsafat etika atau filsafat nilai
-          Filsafat estetika atau filsafat seni
Filsafat ilmu pengetahuan empirik membahas tentang ilmu pengetahuan yang bersifat empirik. Dalam filsafat ini asas obyektifitas pengamatan empirik menjadi kunci dalam penilaian benar atau salahnya teori ilmu pengetahuan.
Filsafat etika dan filsafat nilai membahas tentang nilai atau norma baik dan buruk yang akan dipergunakan sebagai batasan bagi boleh atau tidaknya manusia melakukan berbagai jenis perbuatan. Filsafat etika pada dasarnya juga membutuhkan asas obyektifitas dalam rangka menuju norma-norma yang universal dan adil bagi manusia, sekalipun asa obyektifitas dalam filsafat seringkali tidak dapat diterapkan semudah pada filsafat pengetahuan empirik.
Filsafat estetika atau filsafat seni membahas tetntang keindahan atau kejelekan. Berbeda dengan filsafat ilmu pengetahuan yang berdasarkan pada asas obyektifitas, maka filsafat seni justru berlandaskan asas subyektifitas pengamat.
Pada kenyataannya filsafat ilmu pengetahuan empirik dan filsafat nilai sering terjadi interaksi. Hal ini karena berbagai aspek tertentu dalam ilmu pengetahuan empirik (penelitian obyek tertentu, tujuan-tujuan pemanfaatan ilmu serta penafsiran hakekat obyek ilmu pengetahuan) harus tunduk pada batasan nilai-nilai atau norma-norma yang harus ditetapkan dengan tujuan menghormati manusia. Disamping itu, filsafat ilmu pengetahuan empirik dan filsafat nilai memiliki kesamaan dalam hal kebutuhan untuk menerapkan asas obyektifitas.


Sementara itu filsafat seni lebih longgar karena tidak membutuhkan penerapan asas obyektifitas. Akan tetapi berbagai aspek tertentu dalam filsafat seni seringkali harus dibatasi oleh norma-norma.

Pembahasan dalam tulisan ini lebih menekankan pada filsafat ilmu pengetahuan empirik dan filsafat nilai. Pada kedua filsafat ini, terdapat tiga macam aspek fundamental, yaitu :

-          Aspek epistemologi

-          Aspek ontologi

-          Aspek aksiologi

Filsafat epistemologi adalah falsafah yang membahas tentang bagaimana suatu ilmu pengetahuan dibangun, yaitu diberikan dengan :

-          Pandangan tetntang obyek ilmu pengetahuan dan kherekteristiknya.

-          Cabang-cabang ilmu pengetahuan serta obyek dan bidang pengetahuan spesifik dari masing-masing cabang ilmu pengetahuan.

-          Sifat-sifat manusia sebagai subyek ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan kemampuan manusia dalam mengetahui dan membuktikan kebenaran.

-          Metode-metode untuk menyusun pendangan tentang kebenaran dalam ilmu pengetahuan yang disusun.

-          Metode-metode untuk menyusun bukti-bukti bagi suatu kebenaran.

-          Metode-metode untuk membuktikan kebenaran.

-          Metode-metode untuk mengecek validitas suatu pembuktian kebenaran.

-          Metode-metode untuk  mengambil suatu kesimpulan bedasarkan pembuktian, sehingga dapat disusun suatu teori, hukum ataupun persamaan matematika.

-          Metode-metode logika baik induktif untuk menyimpulkan teori atau hukum general berdasarkan fenomena-fenomena yang lebih spesifik yang telah dibuktikan.

-          Metode-metode logika deduktif untuk menyimpulkan hukum terhadap fenomena yang lebih spesifik berdasarkan teori atau hukum umum yang sebelumnya telah dianggap benar.

Dengan demikian filsafat epistemologi berkaitan dengan penyusunan dan pembangunan ilmu pengetahuan secara langsung.

Filsafat ontologi adalah filsafat yang berkaitan dengan pandangan yang disimpulkan berdasarkan yang kesimpulan-kesimpulan dari pembentukan ilmu pengetahuan secara epistemologis. Pandangan ontologis bersifat lebih dalam dan seringkali metafisis, yaitu dibalik dari apa yang dapat dibuktikan langsung secara epistemologis. Pandangan ini merupakan pandangan tentang hakekat dari obyek ilmu pengetahuan universal yaitu manusia, alam dan kehidupan.

Sifat aksiologi adalh falsafah yang membahas tentang hubungan antara manusia sebagai “yang akan (ingin) mengetahui”atau sebagai subyek ilmu pengetahuan dengan obyek ilmu pengetahuan yaitu “yang akan diketahui” berupa manusia, alam dan kehidupan. Filsafat aksiologis membahas tentang :

-          Kedudukan menusia sebagai subyek ilmu pengetahuan yaitu manusia, alam dan kehidupan.

-          Tujuan pembentukan ilmu pengetahuan

-          Nilai-nilai dalam penggunaan ilmu pengetahuan untuk mengatur dan menyelesaikan problema peradaban.

 


No comments:

Post a Comment