Thursday, 26 September 2013

PENGARUH FILSAFAT YUNANI DAN BARAT BAGI KEMUNDURAN PEMIKIRAN ISLAM (bag. 4)

Oleh : Dr. Andang Widi Harta
 
Perkembangan ilmu pengetahuan dalam sejarah Islam hingga sekarang secara ringkas dapat dibedakan dalam beberapa periode, yaitu :
-           Periode Salaf
-           Periode Ilmu Kalam
-           Periode Filosof dan Ilmuwan
-           Periode Ilmiyah Madiyah
-           Periode Kemunduran Islam
-           Periode Dominasi Peradaban Barat
Dalam hal ini, akan diuraikan secara singkat aspek-aspek yang menyangkut pemikiran dan pemahaman Islam serta aspek-aspek yang menyangkut perkembangan ilmu-ilmu empirik.

a.       Periode Salaf
Periode salaf adalah periode Rasulullah SAW, sahabat, thabi’in dan thabi’it thabi’in. Secara kurun waktu, periode ini berlangsung hingga abad kedua Hijriyyah. Dua hal penting yang perlu dicatat dalam periode ini adalah :
-          Belum masuknya pengaruh filsafat Yunani dalam khasanah pemikiran Islam
-          Bahasa Arab masih terjaga sebagaimana bahasa Arab al-Qur’an dan al-Hadist
Sistematika pemikiran pada periode ini secara umum mengikuti sistematika pemikiran Islam awal sebagaimana diuraikan Tabel 1. Kaum muslimin pada periode ini  sangat produktif dalam melakukan futuhat sehingga pengaruh peradaban Islam berkembang dengan cepat.
Hanya saja perkembangan ilmu pengetahuan empirik belum terlihat karena tantangan untuk mengembangkannya belum terlalu kuat. Satu hal yang perlu dicatat adalah bahwa sistematika pemikiran Islam awal pada dasarnya telah memiliki potensi besar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan empirik.
b.      Periode Ilmu Kalam
Periode ini ditandai dengan masuknya pengaruh pemikiran Yunani. Tingginya aktivitas futuhat pada periode sebelumnya telah membawa kaum muslimin untuk makin luas berinteraksi dengan peradaban lain, terutama dengan peradaban Romawi yang secara intelektual mengemban pemikiran filsafat Yunani. Peradaban Romawi pada masa itu adalah peradaban yang dapat dikatan kaya dalam khasanah ilmu pengetahuan.
Kaum muslimin, dengan tutuan untuk melakukan futuhat merasa tertantang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan empirik. Untuk itu, kaum muslimin mulai menterjemahkan karya-karya para filosof Yunani ke dalam bahasa Arab. Pada masa ini, mulailah pengaruh filsafat Yunani masuk dalam khasanah pemikiran Islam.
Pengaruh filsafat Yunani tampak hanya dalam dua hal, yaitu :
-          Pandangan bahwa akal bersifat tak terbatas.
-          Penggunaan silogisme sebagai pembuktian pembenaran.
Pengaruh ini pun hanya tampak dalam penafsiran ajaran-ajaran Islam yang terkait dengan detail-detail aqidah. Adapun pemahaman kaum muslimin terhadap keseluruhan aqidah secara global itu sendiri tidak banyak terpengaruh filsafat Yunani. Demikian jiga pemahaman kaum muslimin dalam aspek-aspek hukum syari’at Islam.
Dengan masuknya pengaruh dua pandangan filsafat Yunani tadi, kaum muslimin mulai menggunakan akal untuk memasuki hal-hal yang tak terjangkau akal seperti perkara tentang Dzat dan Sifat Allah secara detail serta hal-hal ghaib lainnya. Kaum muslimin terlibat dalam pembahasan-pembahasan tadi. Hal ini memakan waktu kurang lebih dua abad. Masa ini disebut sebagai masa ilmu kalam yang diwarnai dengan retorika-retorika dan perdebatan sekitar masalah detail aqidah.
Perdebatan dalam ilmu kalam akhirnya melenakan kaum muslimin dari pembahasan kepada aspek-aspek yang lebih produktif. Semangat futuhat mulai menurun.
Hal penting yang perlu dicatat adalah bahwa pemikiran filsafat Yunani yang berbasis silogisme pada dasarnya tidak memberikan perhatian besar kepada hal-hal yang bersifat empirik yang bisa melahirkan temuan-temuan di bidang teknologi.
Sifat asal filsafat Yunani yang non empirik serta melemahnya semangat futuhat akibat filsafat Yunani yang mengarahkan kaum muslimin kepada kondidi pemikiran yang tidak produktif serta menghalangi kaum muslimin untuk mengembangkan teknologi yang sebenarnya secara potensial telah didorong oleh sistematika pemikiran Islam awal. Pada dasarnya, kondisi inilah yang merupakan cikal bakal kemunduran Islam awal.
c.       Periode Filosof dan Ilmuwan
Selanjutnya kaum mulai jenuh dengan perdebatan ilmu kalam. Sementara itu intelektualitas kaum muslimin mulai mengalami kemandegan. Karya Imam Ghazali yaitu Tahafutut Falasifah menjadi karya monumental yang menunjukkan kejenuhan kaum muslimin terhadap perdebatan ilmu kalam. Pengaruh karya Imam Ghazali dan ulama-ulama lain yang “sealiran” tidak dapat dipungkiri mampu “menghidupkan kembali agama” sehingga semangat futuhat kaum muslimin kembali meningkat.
Pada masa berikutnya, muncul tiga arus pemikiran, yaitu :
-          Arus pemikiran puritanisme
-          Arus pemikiran Tasawuf
-          Arus pemikiran Filosof
Arus pemikiran puritanisme diemban oleh ulama-ulama yang menginginkan kembali kepada pemahaman Islam awal. Akan tetapi arus pemikiran ini lebih didominasi dengan seruan-seruan kembali kepada pemikiran Islam awal secara doktriner sehingga kurang fleksibel dan kurang produktif dalam rangka menghasilkan pemecahan berbagai permasalahan yang semakin berkembang dalam dunia Islam. sementara itu, pemikiran yang terkait dengan hukum syari’at Islam tetap tidak terpengaruh oleh filsafat Yunani. Hanya saja kemunduran dan pemikiran tentang syari’at Islam mulai nampak dengan semakin kuatnya seruan untuk menutup pintu ijtihad.
Arus pemikiran tasawuf menekankan menekankan kepada elaborasi dan pengamalan aspek-aspek ruhiyah dalam Islam. Dalam perkembangan berikutnya pada arus ini, pengaruh filsafat Yunani tidak cukup besar.
Arus pemikiran filosof diemban oleh kaum intelektual yang tetapmempelajari filsafat Yunani bahkan secara lebih detail. Dari kalangan mereka ini, terkuak kelemahan fundamental filsafat Yunani yaitu menjadikan silogisme sebagai dasar bagi pembuktian pembenaran. Kalangan ini kemudian mengembangkan metode pembuktian empirik, sesuatu yang pada dasarnya memang “diharapkan untuk dikembangkan” dalam sistematika pemikiran Islam awal. Dari kalangan inilah lahirna banyak ilmuwan Islam. sekalipun demikian, banyak pengaruh-pengaruh filsafat Yunani yang masih tersisa dan sebagian masih mendominasi pemikiran para filosof Islam. Sejak itu, bermunculan temuan-temuan ilmiyah yang dilakukan oleh kaum muslimin pada berbagai bidang ilmu.
Periode ini ditandai dengan penguatan kembali intensitas futuhat sehingga interaksi peradaban kaum muslimin dangan peradaban leinnya (terutama barat) berlansung intensif. Sebagian besar pengaruh Islam ke barat berlangsung pada periode ini. Hal ini mengarahkan barat (Eropa) menuju pada pencerahan yang kemudian menghasilkan renaisance. Peradaban barat kemudian mengambil metode pembuktian empirik tetapi tetap mengambil aspek-aspek lainnya dari warisan khasanah filsafat Yunani. Sejak itu lahirlah filsafat barat modern.
Renaissance telah membawa peradaban barat dengan filsafat barat modernnya untuk mendominasi peradaban hingga sekarang.
d.      Periode Ilmiyah Madiyah dan Kemunduran
Sementara barat mengalami kemajuan setelah renaisance, peradaban Islam justru mengalami kejumudan. Perkembangan keilmuan kaum muslimin tidak lagi diwarnai dengan penemuan teori-teori baru melainkan lebih mengarah kepada perkembangan yang bersifat materi (pembangunan gedung mewah dsb.). Semangat futuhat kaum muslimin kembali melemah.
Seruan penutupan pintu ijtihad telah menghasilkan kemandegan dalam pemikiran tentang hukum syari’at Islam. yang dimiliki kaum muslimin pada masa itu dipandang tidak mampu untuk menyelesaikan permasalahan yang terus berkembang. Kaum muslimin mulai mengadopsi beberapa permikiran filsafat hukum dari peradaban barat modern.
Akhirnya gelombang penjajahan barat melanda kaum muslimin. Satu persatu wilayah kaum muslim jatuh kedalam penjajahan barat. Puncak dari penjajahan barat adalah jatuhnya Daulah Khilafah.
e.       Periode dominasi peradaban barat
Dengan jatuhnya wilayah kaum muslim ke tangan penjajah barat, maka penjajah barat mulai secara intensif menanamkan pengaruhnya ke dunia Islam. Tentu termasuk dalam hal ini adalah menanamkan pemikiran peradaban barat ke dalam khasanah pemikiran Islam. beberapa tahun kemudian negeri-negeri kaum muslimin sudah menjadi sangat lemah. Sebagian besar kaum muslimin didominasi pemikiran-pemikiran yang berasal dari peradaban barat modern pada hampir semua bidang kehidupan.


No comments:

Post a Comment