Rasanya gak enak kalau ada dua
kepemimpinan. Semuanya jadi serba gak jelas, kacau dan serba berantakan. Begitu
pula kalau itu ternyata terjadi di dalam keluarga, miniatur dari sebuah negara.
Suami adalah kepala keluarga.
Ibarat kholifah, maka ia adalah pemimpin keluarga,yang akan dimintai pertangung
jawaban di akhirat kelak tetang apa-apayang dipimpinnya. Ia laksana perisai bagi
umat di bawah naungan rumah tangganya. Istri dengan kelemah-lembutannya lebih
cenderung sebagai asisten atau penasihat suami sekaligus pendidik bagi anak
buah dari perbuatan keduanya.
Peran masing-masing gender it
sudah terbagi dan tertata dengan jelas semenjak kehidupan Kanjeng Nabi Muhammad
sholallahu ‘alaihi wa sallam, serta
masyarakat madani yang terpancar dari kehidupan shohabat dan shohabiyah beserta
para pengikutnya. Kanjeng Nabi adalah contoh yang tepat dan sebaik-baiknya sosok
manusia yang pantas menjadi panutan. Dialah cahaya uswatun hasanah.
No comments:
Post a Comment